Ger-geran, UN Metro Siapkan Jurnalis Warga Tangguh di Era Digital

METRO – Suasana ger-geran memenuhi aula Gedung A.R. Fachrudin, Universitas Muhammadiyah Metro. Sekitar 80 peserta tak kuasa menahan tawa ketika mengikuti pelatihan jurnalistik yang menghadirkan Pemred MediaGuru Eko Prasetyo sebagai narasumber itu.

Tak tampak kesan angker dalam acara yang digelar oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) dan Pusat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) yang bekerja sama dengan UN Metro ini. Para peserta berasal dari berbagai elemen di bawah Muhammadiyah se-Lampung tersebut.

Imam Sapi’i, ketua MPI PDM Kota Metro, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja diselenggarakan tidak hanya untuk memberikan pengetahuan jurnalistik. ”Lebih dari itu, para peserta bisa mendapatkan pengalaman sesuai dengan kaidah kerja jurnalistik profesional,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Ihsan Dacholfany, wakil rektor IV UN Metro. Pihaknya menegaskan bahwa era digital seperti saat ini membawa konsekuensi pentingnya penguasaan kompetensi jurnalistik. ”Harapannya, para peserta dapat melejitkan potensi diri atau amal usahanya melalui keterampilan jurnalistik yang terstruktur,” terangnya.

Pelatihan ini berlangsung cair karena narasumber memberikan sentuhan humor lewat materinya. Eko Prasetyo yang juga mantan jurnalis Jawa Pos menekankan pentingnya keterampilan berbahasa sebelum jurnalis turun ke lapangan.

”Selain harus banyak membaca, seorang reporter penting menguasai pengetahuan kebahasaan. Tujuannya agar tulisannya lebih informatif. Tidak kaku dan membosankan,” ucapnya.

Para peserta mengaku memperoleh pencerahan tentang dunia jurnalistik. ”Banyak wawasan baru yang menambah pengalaman kami tentang penulisan berita dan opini,” ucap Barnas, salah satu peserta dari UN Metro. (mg/pr)