JEMBER – SMPN 2 Gumukmas menggelar pelatihan satu guru satu inovasi dalam pembelajaran mendalam selama dua hari, tepatnya 20–21 Juli 2026, dengan konsep hybrid. Kegiatan luring dilaksanakan di Aula SMPN 2 Gumukmas pada 20 Juli 2026, sedangkan sesi daring dilaksanakan pada 21 Juli 2026. Workshop ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri atas 13 guru MI/SD se-Kecamatan Gumukmas dan 30 guru serta tenaga kependidikan SMPN 2 Gumukmas.
Workshop ini bertujuan mendorong setiap pendidik dan tenaga kependidikan mampu menciptakan inovasi di bidangnya sekaligus mendokumentasikan inovasi tersebut dalam bentuk karya tulis. Selain memperkuat implementasi pembelajaran mendalam, kegiatan ini menjadi wadah meningkatkan budaya literasi dan publikasi praktik baik di lingkungan pendidikan.
Pada sesi pertama, Ni’matul Khoiroh, Kepala SMPN 2 Gumukmas yang juga fasilitator daerah (fasda) pembelajaran mendalam, menyampaikan materi mengenai penerapan inkuiri kolaboratif sebagai salah satu pendekatan dalam pembelajaran mendalam. Peserta diajak memahami bagaimana merancang pembelajaran yang bermakna melalui tahapan akses, desain, implementasi, pengukuran, refleksi, dan perubahan sehingga mampu menghasilkan pembelajaran yang lebih berdampak bagi peserta didik.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi penulisan best practice dan pembuatan majalah digital sekolah yang disampaikan oleh Dr. Eko Prasetyo, pemimpin redaksi Media Guru Indonesia. Materi disampaikan secara aplikatif dengan berbagai contoh praktik baik sehingga peserta lebih mudah memahami langkah-langkah menyusun karya tulis yang layak dipublikasikan.
Menurut Ni’matul Khoiroh, workshop ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mendukung lahirnya inovasi di dunia pendidikan sekaligus menindaklanjuti kebijakan Pemkab Jember.
“Workshop ini digelar agar setiap guru dan tenaga kependidikan mampu menghasilkan inovasi sekaligus menuliskannya. Ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Jember tentang Kewajiban Penciptaan Minimal Satu Inovasi pada Setiap Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Kami berharap seluruh guru, tenaga kependidikan SMPN 2 Gumukmas, serta guru SD dan MI di sekitar Gumukmas memiliki inovasi sesuai bidangnya untuk mewujudkan Jember Baru, Jember Maju,” ujar Ninik, sapaan akrab Ni’matul Khoiroh.
Selama pelaksanaan workshop, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi meskipun materi yang disampaikan cukup menantang. Suasana belajar menjadi hidup ketika memasuki sesi penugasan dan review hasil karya. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh humor, Dr. Eko Prasetyo berhasil membuat peserta merasa nyaman sehingga proses belajar berlangsung menyenangkan.
“Saya memberikan materi yang ringkas dan mudah dipahami peserta sehingga mereka termotivasi menuliskan best practice-nya. Apa yang terucap akan lenyap, apa yang tertulis akan abadi. Setidaknya praktik baik bapak ibu guru menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi orang lain ketika itu dituliskan,” ungkap Dr. Eko Prasetyo.
Salah satu peserta, Siti Mulazimatul Khoiriyah dari SDN Bagorejo 01 Gumukmas, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang mengikuti workshop ini karena materinya sangat menarik dan sesuai dengan kebutuhan guru saat ini. Penyampaiannya juga mudah dipahami sehingga membuat kami semakin termotivasi untuk berinovasi dan menulis,” tuturnya.
Melalui workshop ini, SMPN 2 Gumukmas berharap budaya berinovasi, berbagi praktik baik, dan menulis di kalangan guru semakin berkembang. Dengan lahirnya berbagai inovasi dan karya tulis dari para pendidik, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah terus meningkat serta mampu menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mewujudkan pendidikan yang lebih bermakna dan berdampak. (nok)










Tinggalkan Balasan