Best Practice Pembelajaran Mendalam Menyenangkan, SMPN 14 Jember Dorong Guru Menulis Inovasi

JEMBER – SMPN 14 Jember sukses menggelar Workshop Implementasi Best Practice Guru pada Pembelajaran Mendalam yang Menyenangkan pada 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan SMPN 14 Jember. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta agar mampu mendokumentasikan berbagai inovasi pembelajaran dalam bentuk karya tulis best practice yang akan dihimpun menjadi sebuah buku antologi.

Kegiatan dibuka oleh Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ridoi. Dalam sambutannya, Gus Kabid—sapaan akrabnya—mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus berjuang menghadirkan pendidikan terbaik sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era saat ini.

“Guru dan tenaga kependidikan harus terus berjuang memberikan yang terbaik untuk murid sesuai zamannya. Yang tertulis dalam sejarah adalah orang-orang yang berjuang. Mereka dilahirkan bukan dari jalan yang mulus, tetapi dari banyak rintangan dan masalah. Dari masalah inilah diharapkan lahir berbagai inovasi,” ujarnya.

Tutuk Pancaningtyas Suryandari, kepala SMPN 14 Jember, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya inovasi sekaligus literasi di lingkungan sekolah.

“Tujuan kegiatan ini agar semua guru dan tenaga kependidikan mampu menuliskan inovasinya. Nantinya seluruh karya tersebut kami himpun menjadi satu buku antologi sebagai dokumentasi praktik baik yang dimiliki SMPN 14 Jember,” terangnya.

Pada sesi materi, Ni’matul Khoiroh, fasilitator daerah (fasda) pembelajaran mendalam, memaparkan penerapan inkuiri kolaboratif dalam implementasi pembelajaran mendalam. Peserta diajak memahami bagaimana merancang pembelajaran yang lebih bermakna melalui kolaborasi, refleksi, dan inovasi sehingga mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Eko Prasetyo, pemimpin redaksi Media Guru Indonesia, yang membahas teknik penyusunan best practice. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menggunakan pendekatan artikel populer, materi yang semula dianggap sulit menjadi lebih mudah dipahami oleh peserta.

Suasana workshop semakin hidup saat sesi review tugas. Berbagai contoh tulisan peserta dibahas dengan cara yang santai dan penuh humor sehingga sesekali mengundang gelak tawa. Pendekatan tersebut membuat peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

“Penulisan best practice ini menggunakan gaya esai, yaitu mengubah bahasa artikel ilmiah menjadi lebih populer sehingga peserta lebih mudah menuliskan praktik baik yang telah dilakukan di sekolah,” jelas Eko.

Para peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari workshop ini. Mereka merasa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, terutama dalam mendokumentasikan inovasi pembelajaran. Selain itu, metode penyampaian narasumber yang interaktif, komunikatif, dan diselingi humor membuat suasana pelatihan tetap menyenangkan sehingga peserta tidak merasa jenuh.

Melalui kegiatan ini, SMPN 14 Jember berharap budaya menulis, berbagi praktik baik, dan menghasilkan inovasi pembelajaran terus tumbuh di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Karya-karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi pengalaman mengajar, tetapi juga dapat menginspirasi sekolah lain dalam menghadirkan pembelajaran mendalam yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berdampak bagi peserta didik. (nok)