Dari Kelas ke Dunia Usaha: Siswa Muhammadiyah 1 Mojokerto Belajar Bisnis dari Kerupuk Cassava

Captwapri.id-Mojokerto-Matahari pagi menyengat ketika rombongan siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto tiba di UMKM Kerupuk Cassava “Bintang Anugrah”. Namun, terik siang Rabu (12/08) tak menyurutkan antusiasme mereka. Kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan luar kelas, melainkan kesempatan bagi para siswa untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha dirintis, dikelola, dan dikembangkan.

Kegiatan Outing Class ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual. Para siswa diajak mengenal dunia kewirausahaan dari dekat, sekaligus menghubungkan materi yang mereka dapatkan di ruang kelas dengan realitas usaha di lapangan.

Di lokasi UMKM, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi kerupuk cassava. Mereka juga belajar dari perjalanan usaha yang dibangun dari nol hingga mampu berkembang seperti sekarang. Bapak dan Ibu Guru yang mendampingi turut mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan dan menggali informasi secara langsung dari pelaku UMKM.

Berbagai aspek kewirausahaan menjadi bahan pembelajaran. Mulai dari kreativitas, kedisiplinan, kualitas produk, pelayanan kepada konsumen, hingga strategi pemasaran. Para siswa tampak aktif bertanya, berdiskusi, mengamati proses produksi, dan mencatat informasi yang mereka peroleh.

Bagi sekolah, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang lebih nyata. Kewirausahaan tidak lagi berhenti sebagai konsep di dalam buku, tetapi hadir sebagai praktik yang dapat diamati dan dikembangkan menjadi peluang usaha.

 

Melalui kunjungan ini, SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto berharap tumbuh keberanian, kemandirian, kreativitas, dan jiwa inovatif dalam diri peserta didik. Apresiasi pun disampaikan kepada UMKM Kerupuk Cassava “Bintang Anugrah” yang telah membuka ruang belajar bagi para siswa.

Dalam sebuah wawancara dengan kepala SMA 1 Muhammadiyah, M. Khoirul Arif, S.Pd.I terpisah sehari sebelum pelaksanaan kunjungan,  menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini berkaitan dengan pembelajaran Ekonomi, yakni siswa diajari untuk mengetahui proses produksi, pengelolaan, dan pemasaran kerupuk Cassava.

Hari itu, kerupuk Cassava bukan sekadar produk yang dipelajari. Di baliknya, tersimpan sebuah pelajaran penting: bahwa sebuah usaha besar dapat berawal dari langkah kecil, ketekunan, dan keberanian untuk memulai.(Asri)