Menumbuhkan Generasi Jurnalis Muda melalui Diklat Jurnalistik MAN 2 Mojokerto

Captwapri.id (29/04)-MAN 2 Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan literasi siswa melalui penyelenggaraan Diklat Jurnalistik Dasar yang berlangsung pada Rabu–Kamis, 29–30 Januari 2026. Mengangkat tema “Jelajahi Bakat Jurnalistik Menjadi Generasi Baru”, kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari anggota FAST serta pelajar dari berbagai SMP dan MTs di wilayah Mojokerto. Partisipasi peserta dari luar madrasah turut menambah semarak sekaligus memperluas jejaring literasi di kalangan generasi muda.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi pada pukul 08.30 WIB oleh Kepala MAN 2 Mojokerto, Drs. Rahmad Basuki, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat berkarya. “Diklat Jurnalistik MAN 2 Mojokerto menjadi motivasi kita untuk berkarya literasi,”ungkapnya. Hadir pula Waka Humas Ilmi Firdaus Ilmiah, M.Pd. yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ketua panitia, Misbachul Amin, menyoroti perjalanan FAST sebagai media sekolah yang konsisten dalam dunia literasi. Ia menjelaskan bahwa FAST telah terbit selama dua dekade dengan total 40 edisi tanpa terputus. Konsistensi tersebut menunjukkan komitmen FAST untuk tetap eksis, beradaptasi, dan menjawab tantangan perkembangan zaman.

Hari pertama pelatihan diisi dengan pemaparan materi dari narasumber profesional, yakni Rofi’ie Boenawie dari NU Online serta Fatatik Maulidiyah dari IPP Jatim. Peserta dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, fotografi jurnalistik, hingga pembuatan konten video. Proses pembelajaran berlangsung dinamis melalui diskusi dan praktik langsung hingga kegiatan berakhir pukul 15.00 WIB.

Pada hari kedua, peserta diberi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan menghasilkan karya jurnalistik. Tiga kategori yang dilombakan meliputi penulisan berita, pembuatan video, dan fotografi. Beragam karya yang dihasilkan mencerminkan kreativitas serta kemampuan peserta dalam mengolah informasi menjadi sajian yang menarik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelatihan, tetapi juga wadah pengembangan potensi siswa di bidang jurnalistik. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi insan media yang kritis, kreatif, dan berintegritas di masa mendatang.(Fataty)