CAPTWAPRI.ID-Mojokerto-Belajar bahasa asing tidak selalu harus dimulai dari buku dan hafalan. Sebuah sapaan sederhana, memperkenalkan nama, atau menyebutkan angka dalam bahasa lain bisa menjadi langkah pertama untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Semangat itulah yang dihadirkan SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto melalui kegiatan “Nihongo No Hajimari” bersama siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto. Nihongo No Hajimari yang berarti “awal mula belajar bahasa Jepang” menjadi ruang perkenalan yang dikemas edukatif, interaktif, dan menyenangkan.
Sejak awal kegiatan, para siswa diajak mengenal bahasa Jepang melalui ungkapan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salam, perkenalan diri, angka, hingga kosakata sederhana diperkenalkan secara bertahap. Tidak berhenti pada teori, siswa juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung ungkapan yang telah dipelajari.

Suasana semakin hidup ketika tiga siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto—Karima, Almira, dan Safira—turut berbagi pengalaman. Mereka memberikan contoh cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang, mulai dari menyebutkan nama, asal sekolah, hingga praktik menulis sudō.
Setelah mendapatkan contoh, giliran siswa SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto mencoba. Satu per satu mereka berani memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang. Ada yang masih terbata-bata, ada pula yang tampil penuh percaya diri. Namun, dari keberanian mencoba itulah proses belajar sesungguhnya dimulai.
Kegiatan Nihongo No Hajimari bukan sekadar mengenalkan kosakata baru. Di balik aktivitas sederhana tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto berupaya memperkenalkan pengalaman belajar sekaligus berbagai potensi dan program unggulan sekolah kepada calon peserta didik.
Bahasa Jepang menjadi pintu kecil untuk mengenal kebudayaan bangsa lain. Dari sebuah salam, siswa belajar bahwa bahasa dapat menjadi jembatan untuk berkomunikasi, memahami perbedaan, dan membuka wawasan internasional.
Bagi siswa SMP, pengalaman tersebut mungkin tampak sederhana. Namun, sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan dapat meninggalkan rasa ingin tahu yang panjang.

Nihongo No Hajimari pun menjadi sebuah awal. Awal untuk berani mengucapkan kata dalam bahasa yang berbeda, awal untuk mengenal budaya lain, dan mungkin juga awal untuk menemukan ketertarikan baru.
SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan—karena setiap langkah kecil dalam belajar dapat menjadi pintu menuju dunia yang lebih luas.(asri)













Tinggalkan Balasan