CAPTWAPRI.ID-Mojokerto-Masa depan seorang anak tidak pernah dibangun dalam satu malam. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil, keteladanan orang tua, bimbingan guru, serta doa yang terus mengiringi setiap langkahnya. Pesan itulah yang terasa dalam kegiatan parenting SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto bertema “Menggenggam Masa Depan Gemilang, Pendampingan Tepat Orang Tua untuk Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia.” Kegiatan ini mempertemukan orang tua atau wali peserta didik dengan jajaran pimpinan, guru, dan tenaga kependidikan dalam sebuah ruang untuk kembali menyadari bahwa pendidikan anak bukan hanya tugas sekolah.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, menjadi orang tua juga membutuhkan kesiapan untuk terus belajar. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka berhadapan dengan teknologi, media sosial, pergaulan yang semakin luas, sekaligus berbagai tuntutan untuk berprestasi.
Karena itu, anak tidak cukup hanya dibekali pengetahuan. Mereka membutuhkan pendampingan untuk belajar bertanggung jawab, mandiri, mengelola diri, dan memiliki akhlak yang baik.
Dalam kegiatan tersebut, Drs. Sofwan, M.M., mantan Pengawas Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, berbagi wawasan sekaligus pengalaman dalam mendampingi anak. Kisah tentang perjalanan mendidik ketiga putra-putrinya yang kini telah berhasil mencapai cita-cita menjadi bagian yang menghidupkan suasana parenting.
Ada satu pesan yang sederhana, tetapi begitu dalam: selain membekali anak dengan berbagai ilmu pengetahuan, orang tua perlu terus tirakat dan mengiringi perjalanan anak dengan doa.
Sebab, ada ikhtiar yang dapat dilihat mata, tetapi ada pula perjuangan yang berlangsung dalam diam—doa seorang ayah dan ibu untuk anak-anaknya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto, M. Khoirul Arif, S.Pd.I., menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Sekolah memberikan pendidikan dan pembinaan selama peserta didik berada di lingkungan sekolah, sementara keluarga memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan dan pendampingan di rumah.
Di sinilah sinergi menjadi penting. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Orang tua pun tidak harus merasa berjalan sendirian. Parenting menjadi ruang untuk menyamakan langkah: bagaimana prestasi tetap dikejar tanpa kehilangan karakter, bagaimana kecerdasan tumbuh bersama akhlak, dan bagaimana anak diberi ruang berkembang sekaligus tetap mendapatkan arah.
Pada akhirnya, menggenggam masa depan gemilang bukan berarti memastikan anak selalu menjadi yang terbaik di antara yang lain. Lebih dari itu, adalah menyiapkan mereka menjadi pribadi yang mampu menjalani hidup dengan ilmu, karakter, tanggung jawab, dan akhlak mulia.
Dan di balik perjalanan panjang itu, semoga selalu ada doa orang tua yang tak pernah putus.***(Asri)













Tinggalkan Balasan