CAPTWAPRI.ID-Mojokerto- Jumat pagi di SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas menuju akhir pekan, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang tubuh yang bugar. Ada kesehatan mental yang juga perlu dirawat, terutama ketika remaja hidup di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial.
Semangat itu hadir dalam kegiatan JUSARKOB (Jumat Sehat Anti Narkoba). Peserta didik bersama guru dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas edukatif sekaligus menyenangkan. Senam sehat menjadi pembuka. Gerakan yang dilakukan bersama menciptakan suasana penuh energi dan kebersamaan. Di halaman sekolah, kesehatan seolah tidak lagi menjadi materi yang hanya dibicarakan, tetapi dipraktikkan bersama.
Usai senam, perhatian beralih pada pola makan. Peserta didik diajak memahami pentingnya makanan bergizi dan asupan seimbang bagi tubuh. Sebab, tubuh yang aktif belajar membutuhkan energi yang cukup. Dalam kesempatan yang sama, peserta didik juga mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan remaja dan mencegah anemia.

Namun, JUSARKOB tidak berhenti pada kesehatan fisik. Ada hal yang tak kalah penting: kesehatan mental.
Remaja hari ini menghadapi tantangan yang berbeda. Tekanan pertemanan, tuntutan berprestasi, persoalan hubungan sosial, penggunaan media sosial, hingga kemampuan mengelola emosi menjadi bagian dari kehidupan mereka. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah FOMO (Fear of Missing Out), rasa takut tertinggal dari sesuatu yang sedang dilakukan atau dialami orang lain.
Media sosial sering kali membuat kehidupan orang lain tampak begitu sempurna. Ada yang sedang berlibur, meraih prestasi, tampil menarik, atau menikmati berbagai pengalaman. Tanpa disadari, remaja dapat membandingkan kehidupannya dengan apa yang mereka lihat di layar.
Melalui edukasi JUSARKOB, peserta didik diajak memahami bahwa apa yang tampil di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Setiap manusia memiliki jalan, kemampuan, kesempatan, dan waktunya masing-masing.
Pesan sederhananya: tidak semua yang sedang tren harus diikuti, dan tidak semua yang dimiliki orang lain harus menjadi ukuran kebahagiaan.

Dari halaman sekolah, JUSARKOB membawa pesan yang lebih jauh. Menjauhi narkoba bukan sekadar mengatakan “tidak” pada zat berbahaya, tetapi juga membangun keberanian untuk mengatakan “tidak” pada tekanan lingkungan yang dapat merusak masa depan.
SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto melalui kegiatan ini terus menanamkan kebiasaan hidup sehat, kemampuan menjaga diri, serta kesadaran untuk merawat kesehatan mental. Sebab, generasi yang kuat bukan hanya mereka yang memiliki tubuh sehat, tetapi juga mereka yang mampu mengelola diri, memilih lingkungan yang baik, dan tetap percaya pada prosesnya sendiri. Sehat tubuhnya, kuat mentalnya, bijak langkahnya. Dari sekolah, masa depan sedang dipersiapkan.***(asri)













Tinggalkan Balasan