Dari Lembar Al-Qur’an Menuju Panggung Dunia

Captwapri.id-Mojokerto(4/9)-Ada perjalanan yang dimulai dari hal sederhana, mengulang satu ayat, menyetorkan hafalan, lalu mengulanginya lagi. Tak ada yang tahu ke mana langkah kecil itu akan membawa seseorang. Bagi Fehima Najaha Asy Syarifah, lembar demi lembar Al-Qur’an yang ia hafalkan sejak kecil ternyata menjadi jalan menuju panggung dunia.

Gadis asal Mojokerto yang akrab disapa Femi itu berhasil meraih Juara 5 Tahfiz Al-Qur’an 15 Juz Putri dalam Musabaqah Internasional Malik Abdul Aziz ke-46 di Arab Saudi, 6–20 Agustus 2026. Ia bersaing dengan peserta dari 133 negara dan menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.

“Dulu saya tidak membayangkan lembaran-lembaran Al-Qur’an yang saya hafalkan menjadi pintu masuk saya ke musabaqah internasional di Arab Saudi,” tutur Femi. Ada kebahagiaan lain yang menyertai keberangkatannya. Perlombaan digelar di Masjidil Haram, Makkah. Ini menjadi kali ketiga Femi menginjakkan kaki di tanah suci. Dua perjalanan sebelumnya ia peroleh sebagai hadiah atas prestasinya dalam MTQ tingkat Jawa Timur dan nasional.

Perjalanan itu tentu tidak lahir dalam semalam. Femi mulai menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku MI, dimulai dari Juz 30. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir, Jombang. Di pesantren, hafalannya kembali diulang dari awal hingga ia berhasil khatam Al-Qur’an bil gaib pada 2022 dan meraih predikat Wisudawan Tahfiz Terbaik.

Bersama Ustaz M.Zainuri (Ayah dan Koordinator Tilawati Cab.Mojokerto dan Ibunya Kamilatud Diniyah )

Namun, jalan menuju prestasi tidak selalu berupa kemenangan. Beberapa kali mengikuti MTQ tingkat Jawa Timur, Femi pernah pulang tanpa gelar juara. Kegagalan itu tidak membuatnya berhenti. Justru dari sana ia belajar bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan, tetapi tentang menjaga hafalan, melatih kedisiplinan, dan merawat kesabaran.

Ketekunannya kemudian membuahkan prestasi. Pada STQHN Jambi 2023, Femi meraih Juara 3 MHQ 20 Juz Putri. Pada STQHN Kendari 2025, ia kembali mewakili Jawa Timur dan berhasil menjadi Juara 1.

Prestasi tersebut mengantarkannya menuju panggung internasional. Pada 5 Juni 2026, Femi ditunjuk menjadi delegasi Indonesia dalam Musabaqah Internasional Malik Abdul Aziz. Tahun ini juga menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya kompetisi tersebut diselenggarakan bagi peserta perempuan.

Di tengah persaingan dunia, hafalan yang dijaga bertahun-tahun akhirnya mengantarkan Femi meraih Juara 5. Kini perjalanan itu belum selesai. Pada 11–20 September 2026, ia kembali bersiap mewakili Jawa Timur dalam MTQ Nasional XXXI di Semarang pada cabang MHQ 30 Juz.

Dari Mojokerto menuju Makkah, dari lembaran-lembaran hafalan menuju panggung dunia, Femi seakan mengajarkan satu hal: ketekunan yang dirawat dalam diam, bersama doa dan istiqamah, dapat membuka pintu-pintu yang bahkan belum pernah kita bayangkan.***(fataty)