Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang didampingi panitia OSIS serta para guru. Diklat ini menjadi tonggak awal penguatan budaya literasi di SMA Wahid Hasyim.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Wahid Hasyim, Winda Agustin, S.Pd., yang memberikan motivasi kepada peserta agar berani menulis dan mengekspresikan gagasan. Turut hadir Tri Wahyu Makrifah, guru Geografi yang selama ini aktif membimbing siswa dalam kepenulisan, khususnya genre cerpen yang telah beberapa kali terbit dalam buku antologi.

Sebagai narasumber utama, hadir Fatatik Maulidiyah, penulis sekaligus guru MAN 2 Mojokerto dan pengurus IPP Jatim (Ikatan Pendidik Penulis) Jawa Timur. Sebelumnya, Fatatik telah berkoordinasi dengan Tri Wahyu Makrifah untuk merealisasikan kegiatan literasi ini dengan output berupa Majalah Digital SMA Wahid Hasyim. Majalah tersebut dirancang sebagai produk literasi, media publikasi karya guru dan siswa, sekaligus sarana branding lembaga dalam menyosialisasikan program dan prestasi sekolah.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 12.30 WIB (24//1) dan dirancang tanpa mengganggu jadwal pembelajaran diniyah pesantren yang dimulai pukul 13.30 WIB. Meski singkat, diklat ini dinilai padat dan berkualitas.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan informasi program sekolah dan penerimaan peserta didik baru oleh kepala sekolah, dilanjutkan “Senam Ceria” bersama guru pendamping. Materi utama tentang menggali gagasan dan menuangkannya dalam tulisan kreatif disampaikan oleh narasumber kemudian materi Jurnalistik Dasar dilanjutkan sesi praktik menulis.
Dalam praktik tersebut, peserta diminta menuliskan pengalaman kegiatan, termasuk kunjungan ke pameran dan gelar karya siswa kelas XII, seperti peraga Geografi, kaligrafi, produk PKWU, hingga permainan edukatif IPA. Tim dokumentasi juga mendapat pembekalan singkat untuk membuat reportase berbasis vlog dan menghasilkan liputan kegiatan.
“Dari kegiatan hari ini, saya berkomitmen untuk menggiatkan literasi siswa dan guru, baik minat baca maupun menulis. SMA Wahid Hasyim siap menerbitkan Majalah Digital sebagai wadah publikasi sekolah. Insyaallah target kami Juni 2026 bisa terealisasi,” ujar Winda Agustin.
Senada dengan itu, Tri Wahyu Makrifah menyampaikan bahwa siswa binaannya telah mulai mengumpulkan naskah, terutama karya sastra dan esai, yang direncanakan menjadi konten Majalah Digital SMA Wahid Hasyim.

Kegiatan ditutup sekitar pukul 13.00 WIB setelah pemberian reward buku terbitan Pustaka MediaGuru bagi peserta dengan tulisan terbaik. Dalam sesi dokumentasi ditutup pengambilan video dengan menyuarakan yel-yel bersama penuh semangat, “Literasi SMA Wahid Hasyim, Melesat!”(Fataty)














Tinggalkan Balasan