Fatatik Maulidiyah, Harumkan Mojokerto di Kancah Literasi Indonesia

MOJOKERTO – Silaturahmi Tilawati Nasional telah usai digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 12 Juli 2025. Para guru Al-Qur’an metode tilawati dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di ibu kota. Tilawati merupakan metode pembelajaran baca Al-Qur’an yang dikenal mudah dan menyenangkan dengan ciri khas lagu rost-nya.

Salah satu pendirinya adalah KH Thohir Al Aly (alm.), salah seorang ulama asal Kota Mojokerto. Siapa sangka salah seorang putrinya yang bernama Fatatik Maulidiyah akhirnya juga terjun di dunia pendidikan.

”Saya melanjutkan perjuangan Abah (KH Thohir) di dunia pendidikan,” tutur guru MAN 2 Mojokerto tersebut.

Saat ini Fatatik diamanahi sebagai guru Qur’an, Hadis, dan Ilmu Tafsir di MAN 2 Mojokerto yang terletak di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Perempuan kelahiran 9 Februari 1978 tersebut mengaku terinspirasi untuk terjun di dunia kepenulisan berkat almarhum abahnya.

KH Thohir memang dikenal sebagai penulis metode tilawati yang kini dipakai oleh banyak lembaga pendidikan dalam bidang pembelajaran baca Al-Qur’an. Ditambah dengan hobi membaca, Fatatik mulai mengembangkan keterampilannya di dunia kepenulisan.

Buku-bukunya telah diterbitkan dan digunakan oleh banyak madrasah. Salah satu karya masterpiece Fatatik adalah Buku Ajar Al-Qur’an Hadis Saintika Kelas XI MA yang terbit pada 2017.

”Sebenarnya saya lebih menyukai dunia penulisan fiksi populer,” tutur perempuan yang hobi membaca buku-buku sastra itu. Tak heran jika ibu dua anak tersebut sangat produktif menulis buku-buku sastra, termasuk puisi dan cerpen.

Buku puisinya yang telah terbit di antaranya Suara Hati dalam Sajak (2017). Di dunia cerpen, Fatatik telah menerbitkan buku Perempuan yang Dicintai Suamiku (2021), Emak (2021), dan Kuntum-kuntum Kamboja (2022).

Produktivitasnya dalam berkarya membuat Fatatik dipercaya sebagai redaktur di majalah Elipsis. Ia aktif menulis di berbagai media online, baik esai maupun cerpen. Di lingkungan MAN 2 Mojokerto, Fatatik juga dipercaya sebagai pembina FAST, majalah terbitan MAN 2 Mojokerto yang kini memiliki terbitan cetak dan digital.

Tidak hanya itu, Fatatik secara berturut-turut berhasil menyabet penghargaan sebagai penggiat literasi daerah dalam ajang akbar Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) 2023 dan 2024. Sebuah prestasi yang mengharumkan nama Mojokerto di kancah literasi tanah air.

”Bagi saya, menulis itu menjadi semacam penyemangat jiwa dalam menghadapi rutinitas hidup,” ujarnya.

Buku, lanjutnya, juga menjadi warisan keilmuan yang tidak ternilai bagi anak-anaknya serta para siswa bimbingannya.

”Yang jelas, menulis itu sesungguhnya usaha untuk menyebarkan kebaikan,” tegas alumnus S-2 Manajemen Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum, Jombang, tersebut. (eko prasetyo)