MALANG – Selama ini wisata edukasi sejarah kurang mendapat minat dari masyarakat. Namun, hal itu tidak berlaku bagi ibu-ibu PKK RT 48 Perumahan Graha Asri Sukodono. Mereka melakukan pesiar ke Lembah Tumpang di Kabupaten Malang pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Ketua PKK RT 48 Tri Urifiantini menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota PKK RT 48. ”Lebih dari itu, dengan wisata edukasi ini, kita dapat mengenal dan belajar kembali tentang sejarah di masa lampau sehingga nilai-nilai positifnya dapat kita tanamkan kepada generasi muda mendatang,” tuturnya.
Lembah Tumpang berada di kawasan Dusun Glanggang, Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Area wisata yang berada di lahan seluas sekitar 12 hektare tersebut menyuguhkan suasana Kerajaan Singosari dan Majapahit.
Hal itu dapat dilihat dari banyaknya arca dan candi yang berada di Lembah Tumpang. Candi Gito menjadi ikon utama di wisata edukasi sejarah ini. Di sini juga terdapat beberapa replika candi terkenal, di antaranya miniatur Borobudur.
Para pengunjung yang ingin masuk ke areal Lembah Tumpang cukup membayar tiket Rp60 ribu per orang. ”Di sini terdapat banyak gazebo untuk beristirahat,” jelas Tri.
”Suasananya sejuk. Banyak pepohonan rindang dan kolam yang bisa dipakai untuk renang buat anak-anak,” ucap Dewi, salah satu anggota PKK RT 48.
Tri berharap, kegiatan pesiar positif seperti ini dapat menumbuhkan semangat berliterasi dan memupuk rasa kekeluargaan di kalangan keluarga besar RT 48. ”Setidaknya dengan belajar sejarah masa lalu, kita ikut menjaga pelestarian budaya agar dapat terus dipelajari oleh anak-anak kita di masa mendatang,” ujarnya. (eko)











Tinggalkan Balasan