Potensi Besar Afiliator, Raup Ratusan Juta sebagai Kreator Konten

SURABAYA – Sorot mata Ali Harsojo, 47, tampak tajam saat menyimak success story Mohammad Ihsan sebagai kreator konten yang berhasil meraup miliaran rupiah dari hasil ngonten di TikTok. Ali datang jauh-jauh dari Sumenep, Madura, untuk menyerap ilmu dalam diklat edukator konten yang digelar Media Guru Indonesia dan Ikatan Pendidik Penulis Jawa Timur (IPP Jatim) di Gedung Indosat, Jalan Kayoon, Surabaya, pada 15 Juni 2025.

Guru SDN Pajagalan II Sumenep itu mengaku sebenarnya telah lama terjun di dunia konten kreatif. ”Namun, saya ingin belajar lebih dalam menjadi kreator konten sehingga datang ke sini,” tuturnya.

Ia takjub saat mendengarkan paparan Mohammad Ihsan yang mampu meraup ratusan juta rupiah dari hasil ngonten di TikTok. Menurut Ali, diklat ini memberikan cakrawala yang luas, terutama di dunia kreator konten.

Di hadapan sekitar 80 peserta dari berbagai daerah itu, Ihsan memberikan kiat-kiat khusus sebagai kreator konten yang mampu menghasilkan cuan. ”Dengan ngonten, kita bisa membangun personal branding yang kuat. Hal ini sangat penting bagi seorang pendidik,” jelasnya.

Menurut CEO MediaGuru tersebut, pola konsumsi atau belanja masyarakat di Indonesia sudah berubah. Hal itu terlihat dari terus meningkatnya transaksi e-commerce di Indonesia.

Ihsan menambahkan, hal itu merupakan peluang yang sangat potensial bagi para kreator konten. Ia mencontohkan angka Rp200 triliun dalam transaksi e-commerce pada 2024. Ia kemudian berbagi tips menjadi kreator konten di bidang perbukuan yang pasarnya masih sangat menjanjikan.

Diklat edukator kreator ini juga menghadirkan Lilis Priantina Agustine dan Rhoshandhayani. Lilis dikenal sebagai guru kreator yang sukses di Tiktok. Sementara Rhoshandhayani merupakan KOL specialist dari Ziyadbooks Surakarta.

Lilis dan Rhos berbagi kiat menjadi afiliator sukses yang bisa menarik brand besar.

Diklat ini membetot perhatian para kreator konten di Jawa Timur. Fatatik Maulidiyah, panitia IPP Jatim, berharap diklat ini memberikan pengalaman baru tentang dunia kreator konten. ”Misalnya, guru tetap bisa menghasilkan cuan dari hasil ngoten sekaligus memberikan edukasi kepada khalayak,” ucap guru MAN 2 Mojokerto itu.

Para peserta memberikan apresiasi yang terlihat dari antusiasme mereka saat berinteraksi dengan para narasumber. ”Banyak ilmu yang saya peroleh di sini. Harapannya, saya bisa segera menerapkannya sesuai dengan profesi saya sebagai guru,” ucap Nur Pudji Astutik, guru MTs Negeri 4 Sidoarjo. (eko prasetyo)