SURABAYA – LAZIS Nurul Falah memantapkan standar kerja lembaga melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026 di Surabaya. Agenda strategis ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 14-15 Februari 2026.
Seluruh perwakilan cabang, mulai Mojokerto hingga Bekasi, berkumpul di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah. Mereka fokus merumuskan sistem pengelolaan zakat yang lebih modern dan terstandarisasi.
Profesionalisme menjadi poin utama dalam transformasi lembaga tahun ini. Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan ketaatan dokumen dan akuntabilitas tata kelola di setiap kantor cabang.
Direktur LAZIS Nurul Falah Achmad Syafi’i menegaskan pentingnya integritas setiap personel. Ia meminta seluruh pengurus menjadi motor penggerak yang kredibel dalam melayani Masyarakat.
“Setiap kita adalah tokoh utama yang memegang tanggung jawab profesional ini,” tegas Syafi’i. Pesan ini menjadi instruksi bagi para pengelola untuk menjaga kualitas kerja mereka.
Lembaga kini mulai mengadopsi sistem manajemen yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan. Langkah ini diambil demi menjaga transparansi dan meningkatkan kepercayaan donatur secara luas.
Rakercab ini juga menjadi ajang pembaruan dokumen teknis agar sesuai dengan standar lembaga zakat nasional. Kerapihan administrasi dipandang sebagai kunci utama keberhasilan syiar zakat ke depan.
Setiap keputusan rapat akan menjadi panduan kerja aplikatif bagi seluruh cabang di lapangan. Fokusnya adalah memastikan setiap program pemberdayaan berjalan dengan prosedur yang presisi.
LAZIS Nurul Falah berkomitmen mengawal setiap dana zakat, infak, dan sedekah dengan profesionalitas tinggi. Hasil rapat ini akan langsung diterapkan untuk mengoptimalkan dampak nyata bagi umat.
Monitoring berkala akan dilakukan untuk memastikan standar profesionalisme ini tetap terjaga konsistensinya. Lembaga optimis mampu memberikan kontribusi yang lebih berkualitas di sepanjang tahun 2026. (eko)











Tinggalkan Balasan